Wednesday, January 11, 2012

yang lain menginginkan, sayapun demikian... tapi, saya tau yang sebenarnya...

saat semua perempuan mengharapkan kata2 indah dari pasangannya, gue tau... gue akan sangat susah mendapatkan itu

saat semua perempuan mengharapkan ucapan selamat tidur, selamat pagi atau bahkan selamat ujian dan sebagainya dari pasangannya, gue tau... ga banyak kata2 seperti itu yang akan gue dapatkan dari dia

saat semua perempuan mengharapkan bantuan pasangannya dalam pekerjaan/tugasnya, gue tau... sangat susah meminta bantuan dari dia

saat semua perempuan mengharapkan kejutan di hari anniv nya, gue tau... gue nggak bisa mendapatkan itu

saat semua perempuan mengharapkan sebuah kado kecil penuh arti dari pasangannya, atau hanya setangkai bunga atau apapun itu, gue tau... gue nggak bisa berharap seperti itu.

saat semua perempuan membutuhkan pasangannya saat menghadapi suatu problem, gue tau... gue nggak pernah bisa bersamanya saat gue ada masalah. bahkan untuk mendengarkan cerita gue aja, gue tau itu susah bagi dia.

saat semua perempuan menginginkan menghabiskan akhir pekan dengan pasangannya, gue tau... hampir nggak mungkin bagi gue karena jarak. tapi sungguh kecewanya gue, saat gue bersamanya di akhir pekan pun gue tetep nggak bisa menghabiskan waktu bersamanya

gue selalu bertanya2, kenapa 'kita' nggak pernah bisa seperti pasangan yang lain. setelah gue pikir, ya inilah 'kami' ini lah cara kami membangun hubungan kami. saya nggak pernah berharap mendapatkan kado atau kejutan seperti yang perempuan lain harapkan. tapi, memang nggak bisa dibohongi kalau sesekali pasti ada keinginan seperti itu. ternyata, harapan dan keinginan saya akan waktu dan perhatiannya lebih besar ketimbang keinginan saya untuk mendapatkan kado kecil atau suprise kecil darinya. nggak penting barang atau surprise yang saya dapatkan, kalo perhatiannya saja nggak saya dapatkan. kalau hatinya nggak tulus. waktunya saja nggak pernah cukup untuk dibagi ke gue sedikit aja.
saya masih normal kok.. "saat semua perempuan menginginkan" gue pun juga menginginkannya. tapi situasi dan kondisi berkata lain. dan gue berusaha memahami nya meskipun dalam keadaan yang sebenarnya gue nggak inginkan. gue sanggup dan mampu, semua itu karena seluruh perasaan yang gue rasakan. rasa sayang yang menurut gue jauh lebih besar dari perasaan sebel, kesel, benci dan iri. perasaan yang selama ini membuat gue bertahan.

gue nggak tau, apa yang ada dalam pikirannya sekarang..
kayanya setiap masalah udah nggak bisa dibicarakan baik2
selalu terpotong kesibukannya atau waktu tidurnya
gue nggak tau, perasaan mana yang akan lebih besar dan akhirnya menang..
wallahualam..

No comments:

Post a Comment