Wednesday, January 18, 2012

pertanyaaan yang memenuhi pikiran gue
dan yang akhirnya dengan segenap rasa keberanian gue kirim via sms ke dia
itu bukan main2, bukan becanda..
gue bener2 atas setiap kata yang gue tulis di sms itu

tapi ya mau gimana ya, emang udah nggak bisa di apa2in agi
jawaban2nya malah bikin gue semakin down dan hopeless
susah sih ya, kalo udah di khianati..

ada jawaban dimana bikin gue bener2 seneng
gue pikir akan ada pencerahan..
gue pikir, masih ada keinginan yang sama
ternyata ujung2nya di "cut"
dan....
"mungkin aja" adalah jawaban terakhir
dan dalam konteks ini adalah HOPELESS
gue bertanya itu cukup sekali, dan buat gue jawaban itu udah cukup
cukup membuat gue tau keadaan yang seharusnya mungkin keluar dengan jawaban
"nggak mungkin"

kenapa susah banget terbiasa nggak ada dia
kenapa susah banget...?!

gue akhirnya harus berhadapan lagi dengan keadaan ini, situasi seperti ini dan perasaan seperti ini lagi..
persis seperti setahun yang lalu
mesti belajar melupakan orang lagi, sebenernya gue nggak mau melupakan. tapi orang yang gue maksud udah nggak bersedia ada gue lagi.
gue merasakan lagi, terulang lagi gimana akhirnya benteng pertahanan hati yang setengah mati dijaga akhirnya harus diruntuhkan paksa oleh orang yang sebenarnya menjadi pemilik benteng itu..
belajar ikhlas lagi
belajar melepas lagi

Tuhan, di hati kecil ini jujur aja masih butuh dia
jujur masih pengen dia kembali
tapi apa mungkin?? sepertinya tidak
dia, sudah nggak punya keinginan sedikitpun untuk bersama
Tuhan, saya nggak kuat..
tapi kalo ini yang terbaik, maka lakukan

No comments:

Post a Comment