kontras sekali ya kehidupan ini..
sesaat yang lalu gue ngeliat ada temen dalam keadaan galau total..
tapi sekarang, gue melihatnya dengan kebahagiaan yang selama ini dia idamkan dalam kegalauannya.
sesaat mengenal seorang teman, gue selalu denger ceritanya yang sangat baik2 sekali sama pacarnya. kebaikan2 dan perhatian pacarnya.
tapi sekarang, gue mendengar ceritanya kalo pacarnya memberi option putus untuk hubungan mereka.
kontras bukan?
yang gue tau, disetiap masalah pasti ada solusi nya. walaupun nggak semua solusinya baik. terkadang kita harus rela berhadapan dengan satu2nya solusi yang menguntungkan satu pihak saja atau bahkan nggak menguntungkan dua2nya, tapi demi damai.. mau nggak mau harus kita hadapi.
kalo kita dewasa, kita bisa ngerti kalo segala sesuatu nggak bisa dipaksakan sesuai kehendak..
seperti masalah gue,
buat gue sebenernya semua keputusan sepihak
gue berusaha mati2an untuk mempertahankan semuanya selama 6 bulan terakhir
gue pun berusaha mati2an untuk meyakinkan dia kalo solusi sebenarnya ada
tapi disisi lain gue sangat tau kalo kesalahan gue sebenernya yang membuat semua jadi begini
toh, itu juga yang membuat gue akhirnya nggak bisa marah dan berkata "ya gue bisa terima"
buruknya gue.. harus selalu diingetin gue salah. suka nggak sadar kalo gue salah.
mungkin kali ini udah terlalu parah, sampe akhirnya harus berujung dengan keputusan yang nggak enak. yang mau nggak mau harus gue terima.
setelah sharing sama satu temen yang ternyata punya masalah yang sama persis sama gue, gue makin sadar gue emang bener2 salah.
dan gue jadi berpikir,wajar kalo nggak ada kesempatan dari dia untuk "mengembalikan" semuanya kaya dulu lagi.
gak bisa maksain kalo memang dia nggak akan bahagia kalo masih berjalan sama gue.
mungkin sekarang gue jadi bisa terima kalo dia selalu bilang "kita nggak cocok"
rasa kangen gue masih sangat besar
perasaan kehilangan juga belom beranjak
rasa sayang? jangan ditanya... masih nggak terhingga
tapi gue bisa apa? dia sudah sangat menekankan kata2 "teman" berkali dalam setiap perkataanya, dan nggak mungkin kembali.
sebuah pernyataan klise,
cuma pengen liat orang yang kita sayang bahagia, walaupun kita yang terluka.
seluruh pengorbanan, apapun yang datang dari hati itu nggak pernah sia2..
yang paling berat adalah, melupakan segala mimpi yang pernah terucap.
janji yang akhirnya teringkari.
ternyata memory tidak seberapa dibandingkan dengan semua itu bagi gue.
mau nggak mau sekarang gue harus ikhlas
dan menerima kenyataan bahwa semua nggak mungkin kembali
dan tampaknya dia sekarang bahagia nggak ada gue :")
alhamdulillah kalo memang gitu adanya
dan mungkin semua terlihat salah karena gue pun yang salah
dia sebenarnya orang baik
gue pernah bilang ke temen gue, dan gue pun pernah nulis di blog gue waktu gue masih sama dia,,
intinya, setiap pasangan punya cara dan jalannya masing2 untuk mempertahankan hubungan mereka. orang lain mungkin bakal ngomong macem2, tapi kan semua tetap kembali ke individu masing2.
"Tuhan, kalo saja masih ada kesempatan kita buat sama2 kaya dulu lagi...
pasti aku orang yang paling mengharapkannya
dan aku pasti jadi orang yang paling excited.
walaupun aku tau kemungkinan itu hampir nggak ada, tapi apa salahnya masih sedikit mengharap, sekalipun banyak orang melarangku
kalo memang, semoga aku.. dan dia bisa bahagia masing2 dengan caranya masing2..
dan tampaknya aku tahu persis dia bahagia tanpa aku..."
No comments:
Post a Comment