Jogja, Minggu, 12 februari 2012
semalam itu apa?
aku tak mengerti artinya
aku tak mengerti arahnya
memang itu
yang terjadi itu pengharapan dari doa ku
tapi apa nyata?
apa hanya sekedar satu ingin?
apa itu hal bodoh?
atau itu justru yang benar?
ujian lagi kah?
atau hanya penanda sabar?
jika tak kekal dengan sesal diujung
tak ada yang inginkan begitu
semua orang ingin bahagia
apakah ini bahagia kita bersama?
bahagia masing-masing?
atau malah... tidak ada kebahagiaan?
--------------------------------------------------------------
merindumu..
bukan hal baru untukku
merindumu..
bukan hal asing bagiku
merindumu..
seperti bagian dari kegiatan sehari-hari ku
merindumu..
hal yang kulakukan setiap hari sejak saat itu
merindumu..
hal yang paling menyenangkan, tetapi hal yang paling menyesakkan
sayangnya..
merindumu bukan lagi hal yang bisa kutunggu
tetapi justru mungkin saja hal yang harus kulepaskan sekarang..
merindumu pun, tak ada lagi peredanya..
seperti tuli tak mendengar suaramu
seperti buta tak dapat bertemu lagi denganmu
seperti kedinginan tak mampu lagi memelukmu
berlebihan?
untukmu? untuk kalian? untuk mereka?
tapi tidak untukku
aku yang merasakan, tak satupun dari yang lain yang akan memahami
temukanlah apa yang menjadi bahagiamu
apalagi jika tanpaku lebih baik
sungguh tidak mungkin aku akan menahan
karena setiap manusia harus menemukan bahagianya
meski terkadang ada yang tersakiti
tapi jika kau sayang, ikhlas lah melepaskan..
--------------------------------------------------------------
terakhir..
persis..
sama..
sampai bertemu.. entah..
mungkin saja di kehidupan berikutnya
atau malah tidak akan pernah
berat yang harusnya menjadi ringan
mimpi buruk yang menjadi kenyataan
ini lah hidup..
goodbye..
semoga Tuhan mengabulkan apa yang kita perbincangkan kemarin..
No comments:
Post a Comment