hhhmmm.. yang kamu bilang tadi..
aku ninggal kamu karena masalah FB..
lalu apa namanya yang kamu lakukan di kehidupan nyata terhadap aku?
kamu tau?
aku sebenarnya ingin "tidak peduli" seberapa sulitnya kamu untuk membuat keputusan itu..
jujur, pernah terbersit untuk ninggalin kamu lebih dulu, tapi aku nggak bisa
aku berpikir!
karena seburuk apapun keadaan kita dulu aku selalu berpikir berkali2 dan akhirnya memilih untuk bertahan..
mungkin di mata orang lain, atau mungkin di mata kamu juga aku bodoh
aku nggak peduli mereka menyebutku begitu
menurutku, aku bukan bodoh, tapi aku optimis akan ada saatnya keadaan kita di titik yang paling baik..
seperti yang selalu kamu bilang.
kamu tau aku belajar optimis tentang hubungan kita dari siapa? dari kamu..
aneh? atau bingung? nggak ada yang aneh..
kamu dulu yang selalu bilang ke aku untuk tahan sama keadaan kita saat itu
kamu dulu yang selalu ingetin aku untuk nggak "pergi" kemana2..
aku nurut, bukan karena bodoh
karena aku sayang kamu... bahkan sampai detik ini aku menulis.
aku terus inget kata2 kamu kalo nanti semua ini bakalan jadi lebih baik
tapi ternyata selama ini justru orang yang membuat aku kuat berdiri disini malah jadi orang yang mendepak aku dari tempat ku berdiri..
bahkan sampai sekarang aku belom bergeser jauh dari tempat itu..
tapi aku tau,sepertinya aku nggak mungkin berdiri tegap di tempat yang sama lagi
apa yang terbersit di pikiran kita masing2 soal kembali
entah apa yang bener2 ada di pikiran kamu
entah apa itu bakal terjadi.. pesimis.
yang jelas sejauh ini, seperti yang kamu lihat dan kamu tau aku masih ada disini..
tapi kalau boleh aku bertanya satu hal..
kenapa kamu melempar ku dengan kata2 egois, sedangkan apa yang kamu lakukan sebelumnya adalah suatu yang egois?
bukankah meninggalkan seseorang demi jabatan adalah sebuah keegoisan?
No comments:
Post a Comment